Liputan-NTT.Com -Kupang,- Gelar Upacara Yudisium Sarjana Hukum untuk 40 orang lulusan, Dekan Fakultas Hukum berpesan agar Sarjana Hukum jangan kehilangan hati nurani dan tetap jadi penegak keadilan yang berpihak pada kebenaran, melindungi yang lemah serta berani menyuarakan keadilan meski dalam situasi sulit.
Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Hukum, Simson Lasi, S.H.MH dalam acara Yudisium Sarjana Hukum, Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT pada Senin, 18 Mei 2026.
Pada kesempatan berbahagia itu Simson Lasi menyampaikan bahwa momen tersebut seharusnya menjadi momen yang penuh kebahagiaan. Dimana para Sarjana Hukum berdiri dengan bangga setelah melewati perjuangan panjang, tugas-tugas kuliah, ujian, air mata, pengorbanan orang tua, dan doa yang tidak pernah putus.
“Hari ini adalah hasil dari perjuangan yang tidak mudah. Namun, di tengah suasana sukacita ini, keluarga besar Fakultas Hukum masih merasakan kesedihan yang begitu mendalam atas berpulangnya almarhumah saudari kita tercinta, Yerdi Efrosina Bekliu, mantan mahasiswi Fakultas KIP Prodi Bahasa Indonesia yang telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Kepergian beliau meninggalkan luka dan pertanyaan di hati kita semua. Sebagai keluarga besar Fakultas Hukum, kita merasakan kehilangan yang sangat besar. Ada kursi yang kosong, ada tawa yang tidak lagi terdengar, ada mimpi yang belum sempat diwujudkan. Duka ini bukan hanya milik keluarga, tetapi juga menjadi duka seluruh civitas akademika UPG 1945 NTT”.
Pada kesempatan yang penuh haru itu, Dekan Fakultas Hukum mengajak semua untuk sejenak menundukkan kepala, mengirimkan doa terbaik bagi almarhumah Yerdi Beukliu.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa, Fakultas Hukum bukan hanya tempat belajar tentang pasal dan peraturan. Fakultas Hukum adalah tempat membentuk hati nurani, keberanian, dan kepekaan terhadap penderitaan sesama manusia.
“Hari ini saya ingin berpesan kepada seluruh lulusan Sarjana Hukum: Jangan pernah menjadi sarjana hukum yang kehilangan hati nurani. Jadilah penegak keadilan yang berpihak pada kebenaran, melindungi yang lemah, dan berani menyuarakan keadilan meskipun dalam situasi yang sulit. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi membutuhkan orang yang jujur, berintegritas, dan memiliki rasa kemanusiaan”.
Gelar Sarjana Hukum yang hari ini saudara sandang bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar di tengah masyarakat. Di pundak kalian ada harapan keluarga, harapan kampus, dan harapan bangsa. Ingatlah bahwa keberhasilan hari ini tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Ada orang tua yang bekerja keras siang dan malam demi melihat anaknya memakai toga. Ada keluarga yang menahan lelah dan kesulitan demi masa depan. Maka hormatilah mereka sepanjang hidupmu.
Simson Lasi bahkan mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada orang tua dan keluarga peserta Yudisium atas kepercayaan yang diberikan kepada Fakultas Hukum untuk mendidik putra/putri mereka.
“Atas nama pimpinan Fakultas Hukum, saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Yudisium Sarjana Hukum Program Studi Ilmu Hukum Tahun 2026. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Selamat melangkah menuju masa depan. Tetaplah rendah hati. Tetaplah memperjuangkan keadilan dan jangan pernah lupa bahwa hukum tanpa kemanusiaan hanyalah kehilangan makna”. (*)


