Liputan-NTT.Com - Kupang,- Pihak Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT dan keluarga pertanyakan hasil otopsi Yerdi Beukliu, mahasiswa UPG 1945 yang diduga meninggal dengan tidak wajar di kamar kos, pasalnya sudah satu minggu usai pemakaman almarhumah pihak kampus dan keluarga belum menerima informasi apapun dari pihak Polres Kupang Kota.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UPG 1945 NTT, Dr. Semuel Haning, SH.,MH saat Jumpa Pers di Kampus UPG 1945 pada Senin, 18 Mei 2026.
Pada kesempatan itu Dr. Semuel Haning dengan tegas meminta Polres Kupang Kota khususnya Kapolres agar segera menyampaikan hasil otopsi kepada pihak kampus dan keluarga sehingga tidak ada multitafsir di berbagai media.
Lanjutnya bahwa otopsi dilakukan untuk mengungkap dengan jelas penyebab kematian dari Yerdi Beukliu namun hingga sekarang belum ada informasi apapun terkait hasil otopsi tersebut.
“Belum ada informasi terkait hasil otopsi dari pihak Kepolisian, kami UPG 1945 menggandeng Kongres Advokat Indonesia (KAI) untuk bersama-sama mencari tahu di Kepolisian tentang penyebab meninggalnya mahasiswa kami Yerdi Beukliu, karena sudah satu minggu belum ada informasi dari pihak kepolisian”.
Menurutnya kurang lebih 60 anggota KAI siap kawal kasus kematian Yerdi Beukliu hingga tuntas. Ia bahkan meminta Polres Kupang Kota khususnya Kapolres agar tidak diam dan tidak tidur dengan kasus ini sebab kurang lebih 4000 mahasiswa UPG 1945 dan aliansi-aliansi mahasiswa yang lain yang saling mendukung untuk turun ke Polres Kupang Kota, yang dikhawatirkan adalah adanya aksi-aksi yang akan mengganggu aktivitas Polres Kupang Kota.
“Saya sangat mengharapkan Kapolres Kupang kota jangan diam dan jangan tidur dalam masalah ini. Sudah satu minggu tolong buka dan berikan keterangan terkait hasil otopsi kepada orang tua, kampus dan semua masyarakat agar kami tidak bertanya-tanya. Saya ingatkan jangan coba main-main dengan kasus ini dengan membiarkan sampai berlarut-larut sebab kami butuh kepastian”.
Dr. Semuel Haning bahkan meminta pihak Polres Kupang Kota khususnya Kapolres untuk umumkan hasil otopsi Yerdi Beukliu ke Publik dengan memberikan keterangan Pers. “Saya kutuk keras pelaku di balik kematian Yerdi Beukliu. Tolong APH transparan dan berikan keterangan atas kasus kematian mahasiswa UPG 1945 NTT karena diduga meninggal tidak wajar”. (*)


