Liputan-NTT.Com - Kupang,- Diduga Mahasiswa Sementer IV, Program Studi Bahasa Indonesia, Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur Yerdi Efrosina Beukliu meninggal dengan tidak wajar, Rektor UPG minta APH Usut tuntas dan ungkap kebenaran dibalik peristiwa tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Rektor UPG 1945 NTT Ully J. Riwu Kaho, SP.,M.Si di ruang Pemulasaran Jenazah RS. Bhayangkara Kupang pada Minggu, 10 Mei 2026.
Rektor membeberkan bahwa setelah menerima informasi adanya mahasiswa yang meninggal di kamar kos, ia langsung berkoordinasi dengan para Wakil Rektor, Dekan FKIP dan Ketua Program Studi Bahasa Indonesia untuk mengawal jenazah hingga ke RS. Bhayangkara dan memang benar ada tanda-tanda vital yang secara medis menurut dokter yang ada di rumah sakit bahwa ada tanda-tanda yang tidak wajar terutama pada area kelamin anak Yerdi.
“Dengan indikasi ini maka kami dari pihak kampus sangat berduka dan kami minta aparat hukum mulai dari visum et repertum dari tim forensik dan tim dokter yang ada di RS. Bhayangkara ini bisa memberi sebuah petunjuk atau gambaran untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sehingga anak kami kehilangan nyawanya. Kami minta APH untuk melakukan penyelidikan untuk menemukan apakah benar-benar ada tindak pidana yang terjadi sehingga bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan dan bisa mengungkap siapa pelaku dari semua ini”.
Menurut Rektor, sebagai keluarga besar dari UPG 1945 pihaknya akan terus mengawal kasus ini agar diungkap dengan sebenar-benarnya.
“Atas nama civitas akademika UPG 1945 NTT Rektor, Ketua BPH PB PGRI NTT dan semua mahasiswa kami nyatakan turut berduka cita yang mendalam. Sebuah peristiwa yang tidak kami inginkan tetapi sudah terjadi. Saya selaku Rektor, para dosen, pegawai dan seluruh mahasiswa kami berduka atas berpulangnya anak Yerdi Beukliu”
Informasi meninggalnya anak Yerdi Beukliu sepertinya petir disiang bolong sebab menurut informasi dari keluarga dan teman-temannya Yerdi tidak mengalami sakit atau gangguan kesehatan yang serius. Tidak ada indikasi dia sakit berat tapi pada sore hari pukul 17.00 WITA ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kos. Sekali lagi APH tolong ungkap agar semua bisa tahu penyebab hilangnya nyawa anak Yerdi Beukliu. (*)


