Liputan-NTT.Com - Kupang,- Yerdi Efrosina Beukliu Mahasiswa semester IV Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur ditemukan meninggal di dalam kamar kos pada Minggu, (10/5) pukul 02.00 dini hari.
Oleh keluarga dan pihak Kepolisian, jenazah di bawah RS Sakit Bhayangkara Kupang untuk dilakukan tidak lanjut agar mengetahui penyebab kematiannya.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Pengurus Besar (PB) PGRI NTT Dr. Semuel Haning, SH.,MH di ruang Pemulasaran Jenazah RS. Bhayangkara Kupang menyampaikan kasus tersebut akan di dilakukan penyelidikan tuntas oleh pihak Kepolisian agar dapat mengungkapkan dan memberi kejelasan terkait hilangnya nyawa mahasiswa Yerdi Efrosina Beukliu.
Dr. Semuel Haning juga berterima kasih kepada pihak kepolisian baik Polres Kupang Kota dan Polsek Kelapa Lima yang membantu pihaknya dan keluarga yang menerima musibah ini agar memperjelas kasus kematian mahasiswa Yerdi Beukliu.
“Kita serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian kalau memang adanya dugaan tindakan kekerasan fisik dan lain-lain kita meminta untuk mengungkap terduga pelaku yang menghilangkan nyawa mahasiswa kami”.
Sebagai keluarga besar UPG 1945 NTT akan memfasilitasi dan menanggung segala biaya yang dibutuhkan dari rumah sakit hingga jenazah di pulang ke kampung halamannya di TTS. “Kita akan antar jenazah sampai di Ayotupas dan seluruh biaya yang dibutuhkan akan ditanggung oleh Kampus UPG 1945 NTT”.
Dr. Semuel Haning juga meminta keluarga dan masyarakat agar tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan kejadian yang menimpa mahasiswa Yerdi tetapi serahkan semua kepada pihak yang berwenang untuk mengungkap kasus kematian dari mahasiswa Yerdi Beukliu. (*)


