Liputan-NTT.Com - Kupang,- Guna mengantisipasi kelumpuhan jaringan komunikasi saat situasi darurat, Pramuka Kota Kupang mengambil langkah taktis dengan menggandeng ORARI Kota Kupang dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) selama lima tahun ke depan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.M. pada Minggu, 18 Oktober 2026, usai kegiatan Jambore on the Air dan Jambore on the Internet (JOTA-JOTI) 2026.
Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan teknologi komunikasi radio kepada generasi muda, melainkan dirancang sebagai program berkelanjutan untuk memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana di Kota Kupang.
Melalui kerja sama tersebut, anggota hingga Pembina Pramuka akan dibekali keahlian komunikasi radio darurat yang krusial saat terjadi situasi krisis atau bencana alam.
Andre Otta sapaan akrabnya, menegaskan pentingnya kolaborasi ini agar anggota Pramuka memiliki bekal literasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
"Kami berkomitmen membangun kesiapsiagaan sejak dini. Kerja sama dengan ORARI ini menjadi langkah nyata agar generasi muda kita tidak awam terhadap teknologi komunikasi radio, yang terbukti menjadi garda terdepan saat jalur komunikasi konvensional terputus akibat bencana," ujar Andre Otta
Sebagai langkah awal implementasi MoU, materi komunikasi radio dan kebencanaan akan langsung diintegrasikan dalam Perkemahan Tingkat Mahir dan Mahir Dasar bagi para Pembina Pramuka yang akan digelar di Fatubena dalam beberapa hari kedepan.
Lanjutnya bahwa pelatihan tersebut nantinya dipimpin langsung oleh instruktur dari ORARI Kota Kupang untuk memastikan para pembina memiliki kompetensi yang kuat sebelum menyebarkannya kepada peserta didik.
Pengurus sekaligus Penasehat ORARI Kota Kupang Rahmatia menyatakan bahwa program ini akan dikawal ketat secara berkelanjutan dan dilengkapi dengan evaluasi berkala.
Selain aspek teknis komunikasi, sinergi ini juga menekankan implementasi nilai Dasa Darma Pramuka dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, seperti edukasi pencegahan kebakaran lahan dan pengelolaan sampah demi menjaga Kota Kupang tetap asri dan sehat. (*)


