Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Mengenang 30 Tahun Imamat Romo Leo Mali Lewat Buku 'Bergerak dari Pinggiran'

Jumat | 2.10.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-02T07:22:29Z
banner 325x300

 


Liputan-NTT.Com - Kupang,– Dikenal sebagai sosok legenda yang selalu hadir di masa-masa sulit umat, jejak pengabdian spiritual Romo Dr. Leonardus Mali resmi diabadikan dalam sebuah karya literatur berjudul 'Bergerak dari Pinggiran'. Peluncuran dan bedah buku yang menandai momentum emas 30 tahun masa imamat sang romo ini berlangsung hangat dan penuh haru di Rumah Jabatan Walikota Kupang pada Jumat (2/10/2026).


Buku ini menyajikan kumpulan esai dan kesan mendalam dari para tokoh, aktivis, serta umat yang pernah dibimbing, didampingi, dan dihidupkan semangatnya oleh Romo Leo selama puluhan tahun melayani di garis depan kemanusiaan. 


Moderator acara bedah buku dipandu oleh Beverly Rambu dengan menghadirkan jajaran penulis dan narasumber lintas sektor, di antaranya Asti Laka Lena, Lilya Wetangterah, Martinus Ora, Maria Dolorosa Bria, Alex Ofong, serta Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion Putra, yang bertindak sebagai penyunting buku.


Asti Laka Lena selaku selaku pembedah mengungkapkan kekagumannya terhadap ketulusan Romo Leo yang selalu hadir sebagai penopang di masa-masa sulit umat. "Romo Leo adalah legenda yang selalu hadir saat kita susah, saat kita galau. Beliau selalu memberi semangat, selalu memberi jalan keluar di setiap kita membutuhkan," ungkap Asli dengan tulus.


Sementara itu, aktivis kemanusiaan Lilya Watangpera menyoroti keberanian Romo Leo dalam mempraktikkan pastoral publik di luar dinding gereja. Romo Leo dikenal konsisten mendampingi pergerakan aktivis dan menyuarakan hak-hak kaum marginal yang sering kali dilupakan oleh sistem sosial. 


"Romo adalah penjaga iman. Beliau pernah memindahkan jenazah dari ruang kargo ke ruang VIP atas permintaan aktivis. Bagi beliau, pastoral bukan hanya di dalam gereja melainkan kepada mereka yang sering dilupakan, termasuk para aktivis. Beliau melayani di jalanan, di pinggiran, di tempat yang jarang dijangkau," tegas Lilya.


Misteri perjalanan panggilan Romo Leo dikupas oleh sahabat masa mudanya, Martinus Ora. Ia mengenang Romo Leo sebagai sosok pemuda tampan dan cerdas lulusan jurusan IPA-Fisika yang memilih jalan pengabdian tak terduga dengan menjadi angkatan pertama sekaligus imam pertama yang lahir dari Seminari Oepoi, Kupang.


Kisah menyentuh juga datang dari Maria Dolorosa Bria yang menceritakan aksi spontan Romo Leo pada tahun 2010 di Jembatan Liliba, saat beliau menyelamatkan seorang warga yang tergeletak terlantar, membawanya ke rumah sakit, dan menemaninya hingga pihak keluarga datang. Maria menegaskan prinsip yang dihidupi Romo Leo: 'Apa yang berasal dari Tuhan akan bertahan untuk Tuhan”.


Selaku penyunting, Pemimpin Redaksi Pos Kupang Dion Putra mengungkapkan bahwa proses kurasi tulisan dalam buku ini dipenuhi muatan emosional yang kuat karena ditulis langsung dari sentuhan hati terdalam para penulisnya. Karakter melayani dan memimpin dengan hati tersebut, menurut Dion, telah dipupuk sejak Romo Leo menjabat sebagai Ketua OSIS di SMP Santo Yoseph Kupang di bawah binaan Danial Hurek.


Merespons apresiasi tersebut, Romo Dr. Leonardus Mali menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran seluruh elemen masyarakat, termasuk Gubernur NTT, Walikota Kupang, perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), para guru, serta para sahabat masa sekolah.


"Mengenal umat adalah kado terindah. Saya merasa kaya — bukan dalam harta benda, melainkan dalam nilai-nilai hidup yang kita bangun bersama," tutur Romo Leo penuh khidmat.


Buku 'Bergerak dari Pinggiran' bukan sekadar biografi normatif, melainkan sebuah refleksi sosiologis dan teologis bahwa pelayanan sejati lahir di ruang-ruang yang diabaikan. Buku ini menjadi cermin nyata bahwa gembala yang baik adalah ia yang berani berjalan bersama kawanannya, menembus jalan terjal, dan hadir nyata di tengah peradaban manusia. (*)


×
Berita Terbaru Update