Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Sikapi Konflik di SD GMIT Oesusu, IMAN Kupang Desak Penyelesaian Lewat Pendekatan Ekologis dan Restorative Justice

Minggu | 11.10.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-11T15:10:40Z
banner 325x300

 

Liputan-NTT.Com - Kupang,-  Dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur kembali menjadi sorotan publik menyusul perselisihan yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua murid di SD GMIT Orsusu, Desa Kua Leu. Merespons situasi tersebut, Ikatan Mahasiswa Amanatun (IMAN) Kupang mendesak semua pihak untuk mengedepankan solusi yang mendidik daripada tindakan yang menghakimi.


Kepada Media ini pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Ketua Umum IMAN Kupang, Deki Selan, menegaskan bahwa sekolah seharusnya berfungsi sebagai ruang yang aman, nyaman, dan interaktif bagi guru maupun siswa selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.


"Sekolah semestinya menjadi tempat yang nyaman bagi guru dan siswa dalam menjalankan proses pembelajaran. Ketika muncul persoalan yang menyimpang di lingkungan sekolah, tindakan yang harus diambil adalah evaluasi bersama, bukan langsung menghakimi salah satu pihak," ujar Deki Selan 


IMAN Kupang mengingatkan kembali filosofi Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, mengenai konsep Tri Pusat Pendidikan. Konsep ini menegaskan bahwa pendidikan anak yang bermutu bertumpu pada tiga fondasi utama yang saling berkaitan: sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ketiga elemen ini wajib bekerja sama sebagai mitra demi mewujudkan impian pendidikan anak.


Oleh karena itu, Deki menyatakan bahwa penyelesaian konflik di SD GMIT Oesusu tidak boleh sekadar berfokus pada pemberian hukuman kepada pelaku. 


Fokus utama harus dialihkan pada perbaikan hubungan dan komunikasi yang sempat retak antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat.


IMAN Kupang menawarkan solusi konkret berupa pendekatan ekologis (sistemik) dan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) yang diintegrasikan dengan manajemen Tri Pusat Pendidikan. Pendekatan ini diyakini akan memberikan contoh dan dampak positif langsung bagi mentalitas siswa, di antaranya:


Membentuk Pribadi Pemaaf: Siswa tidak akan tumbuh dengan rasa benci terhadap guru, melainkan belajar menjadi pribadi yang berjiwa besar dan pemaaf.


Menumbuhkan Budaya Diskusi: Memberikan edukasi nyata kepada siswa bahwa setiap masalah dapat diselesaikan melalui ruang dialog dan musyawarah untuk mencapai kondisi yang kondusif.


Mewujudkan Harmonisasi Sosial: Penyelesaian masalah berbasis evaluasi kekeluargaan akan mengembalikan keharmonisan hidup antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.


IMAN Kupang berharap agar pihak sekolah, orang tua, serta tokoh masyarakat di Desa Kua Leu dapat duduk bersama dan menyudahi polemik ini demi menyelamatkan masa depan psikologis anak-anak serta menjaga marwah pendidikan daerah. (*)


×
Berita Terbaru Update