Liputan-NTT.Com - Boking,- Pelaksanaan proyek pengerasan jalan sirtu di wilayah Oko, RT 12, RW 5, Dusun 3, Desa Boking, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memicu perhatian publik. Alokasi anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 266.083.000,00 untuk volume pengerjaan diperkirakan mencapai 900 meter kubik tersebut, sempat dipertanyakan oleh perwakilan warga setempat terkait asas transparansi informasi publik.
Hal itu disampaikan oleh masyarakat Desa Boking berinisial JB, yang menyampaikan keluhannya kepada awak media pada Jumat, 9 Oktober 2026.
JB menyoroti keberadaan alat berat proyek yang sudah berada di lokasi tanpa adanya papan informasi fisik. Menurutnya, hal tersebut berpotensi mengaburkan keterbukaan informasi yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Selain itu, warga juga mempertanyakan akuntabilitas proses penawaran setelah mengetahui adanya pertemuan antara pihak rekanan (ketiga) dengan Sekretaris Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebelum hari penawaran resmi.
Menanggapi dinamika dan aspirasi warga tersebut, pihak Pemerintah Desa Boking melalui Sekretaris TPK, Ofis Mantolas, langsung memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi di lapangan.
Ia menegaskan bahwa proyek pengerasan jalan sirtu secara resmi belum berjalan. Aktivitas fisik di lapangan baru dijadwalkan mulai bertahap pada Senin, 12 Oktober 2026.
Lanjutnya bahwa papan informasi proyek dipastikan akan dipasang di lokasi satu hari sebelum pengerjaan dimulai demi menjamin hak pengawasan masyarakat.
selain itu juga, Pertemuan dengan pihak ketiga di kediaman Sekretaris TPK murni dilakukan dalam konteks perbaikan teknis proposal penawaran.
Pihak TPK membantah keras adanya indikasi gratifikasi atau kesepakatan sepihak yang menyalahi prosedur.
Pemerintah Desa Boking menyambut baik fungsi kontrol sosial dan pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat. Respons cepat ini diharapkan dapat menjaga kondusifitas wilayah serta memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa berjalan akuntabel, transparan, dan sesuai dengan target yang telah direncanakan demi kesejahteraan warga Dusun 3 Desa Boking. (*)


