Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Debit Air Menurun Drastis, Perumda Tirta Lontar Kabupaten Kupang Ajak Pelanggan Hemat Air dan Jaga Mata Air

Jumat | 23.10.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-23T00:21:50Z
banner 325x300

 

Liputan-NTT.Com - Kupang,- Debit air menurun drastis akibat kemarau panjang, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang ajak pelanggan baik di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang agar hemat air dan jaga mata air. 


Hal itu disampaikan oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Jony Sulaiman, S.Sos., M.Si,di ruang kerjanya pada Kamis, 22 Oktober 2026. 


Jony Sulaiman menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi cuaca, musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Januari 2027 sebelum intensitas hujan mulai turun. 


Kondisi ini menyebabkan penurunan debit air baku secara drastis sehingga pihaknya berkomitmen dan berupaya semaksimal mungkin agar sekitar 23.000 pelanggan terdiri dari pelanggan di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang tetap mendapatkan pasokan air bersih secara berkala.


"Debit air tahun ini menurun sangat drastis dari yang kita duga. Petugas di lapangan telah berupaya optimal dari pagi hingga sore, namun keterbatasan debit air memaksa kami untuk melakukan pengaturan distribusi secara ketat hingga malam hari. Target realistis kami saat ini adalah mengusahakan pelanggan tetap mendapatkan pasokan air, ujar Jony Sulaiman.


Menurut Jony bahwa ada tiga strategi yang digunakan untuk menjaga kestabilan pelayanan di tengah keterbatasan ini, yakni pertama penerapan sistem buka-tutup aliran air. Hal ini dilakukan guna menyiasati penurunan drastis debit air di berbagai sumber utama, sehingga distribusi air tetap merata meski kapasitasnya menurun.


Kedua, optimalisasi pompa dan sumber air alternatif dimana memaksimalkan operasional sumur bor yang ada serta memanfaatkan cadangan air baku. Perumda juga melakukan penyesuaian daya pompa dorong secara efisien sesuai dengan volume debit air yang tersedia, terutama untuk mengamankan wilayah kritis seperti TDM, Perumnas, dan Kuanino agar tetap terlayani.


Ketiga, pengendalian kebocoran pipa dan tanggap darurat, masyarakat diharapkan untuk melaporkan kebocoran sehingga petugas  dapat mempercepat perbaikan pipa-pipa yang bocor di lapangan untuk menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), sehingga setiap tetes air baku dapat tersalurkan langsung ke pelanggan.


“Menghadapi situasi ini, kami minta kepada para pelanggan agar bijak gunakan air, mari kita gunakan air bersih dengan hemat dan hanya untuk kebutuhan selama musim kemarau”.


Jony juga mengajak masyarakat terutama pelanggan Perumda Tirta Lontar  agar bersama-sama menjaga sumber mata air dari sedimen serta sumbatan sampah alam seperti daun dan ranting pohon yang dapat memperkecil aliran air. (*)


×
Berita Terbaru Update