Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

UPG 1945 dan KAI NTT Datangi Polres Kupang Kota Pertanyakan Hasil Autopsi Yerdi Beukliu

Kamis | 21.5.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-21T00:01:17Z
banner 325x300

 


Liputan-NTT.Com - Kupang,- Keluarga Beukliu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT, Mahasiswa dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) datangi Polres Kupang Kota pertanyakan hasil otopsi dan penanganan lanjutan atas kasus kematian Yerdi Beukliu yang diduga tidak wajar. 


Terpantau oleh Tim Media ini pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 11.00 siang,  keluarga besar Fakultas Hukum UPG 1945 NTT yang terdiri dari Dosen dan mahasiswa, KAI NTT tiba di Polresta Kupang Kota, bertemu dan beraudiens langsung dengan Kapolres Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari, S.I.K.,M.M.


Pada audiens tersebut Dekan Fakultas Hukum UPG 1945 NTT Simson Lasi, SH.,MH menyampaikan tujuan kedatangan pihaknya di Polres untuk mempertanyakan hasil autopsi dari mahasiswa Yerdi Beukliu. 


Lanjutnya bahwa sesuai informasi yang beredar di media, pihaknya menganalisa bahwa kematian Yerdi Beukliu diduga tidak wajar sehingga mereka mendatangi Polres Kupang Kota untuk memperoleh penjelasan dan kepastian atas kematian Alm Yerdi. 


“Pengacara dan Kepolisian bersama satu langkah untuk mengungkap kasus ini namun yang kami pertanyakan adalah sudah sejauh mana hasil autopsinya. Sehingga kami tidak bertanya-tanya dan tidak salah memberikan informasi kepada publik yang juga sedang bertanya-tanya terkait penyebab kematian anak kami Yerdi”.


Kapolres Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari, S.I.K.,MM juga menyampaikan bahwa dari awal ditemukannya jenazah korban almh Yerdi Beukliu pihaknya telah melakukan olah TKP kemudian jenazah dibawah ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum luar. Ternyata Visum luar tidak dapat mengungkap penyebab kematian dari korban sehingga dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. 


Lanjutnya bahwa, untuk pelaksanaan autopsi  ada prosesnya dan hingga saat ini belum disampaikan hasilnya. Pada saat dilakukan autopsi dokter mengambil beberapa sampel dari korban untuk dilakukan uji laboratorium forensik di Bali.


Setelah hasil itu keluar juga belum bisa langsung diumumkan tetapi perlu dilakukan konsultasi dengan dokter forensik. “Selain itu ada beberapa sampel yang juga masih dilakukan pemeriksaan Patologis di Rumah Sakit Umum W. Z. Johanes Kupang dan hingga kini pun hasilnya belum keluar, jika hasil sudah keluar kita serahkan kembali ke Dokter Forensik untuk melakukan analisa lebih lanjut”.


Menurut Kapolres bahwa selain autopsi pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengambil keterangan dari keluarga,  pemilik kos, tetangga kos kemudian sepupu dari korban yang pertama mengetahui kondisi korban. 


Berdasarkan keterangan bahwa dua orang yang datang ke TKP bermula atas dasar permintaan orang tua untuk mengantarkan obat, ketika tiba di kos mereka memanggil korban tapi tidak ada jawaban sehingga mereka memanggil tetangga kos korban kemudian bersama-sama mendobrak  pintu, namun kemudian dijumpai korban dalam posisi tengkurap serta telanjang dan sudah tidak bernyawa. (*)



×
Berita Terbaru Update