Liputan-NTT.Com - Soe,- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Apris Manafe, menyatakan keprihatinan mendalam terkait masih adanya siswa kelas 6 SD hingga kelas 9 SMP di wilayahnya yang belum menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis (literasi). Pihak dinas kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk membenahi mutu pendidikan di TTS, yang saat ini berada di peringkat ke-21 dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu disampaikan oleh Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Apris Manafe pada Rabu, 4 November 2026 di ruang kerjanya.
Apris Manafe menegaskan bahwa penguasaan literasi dasar merupakan hal mutlak bagi siswa yang akan melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Guna mengatasi masalah ini, Dinas P&K TTS menyoroti dua tantangan struktural utama yang harus segera diselesaikan: krisis pengawas sekolah dan kekurangan tenaga guru.
Krisis Pengawas Sekolah dan Kekurangan Guru
Proses pendampingan guru dan evaluasi pembelajaran di TTS terhambat akibat minimnya tenaga pengawas. Dari kebutuhan ideal sebanyak 116 pengawas untuk mendampingi lebih dari 500 sekolah, saat ini Kabupaten TTS hanya memiliki dua orang pengawas aktif.
Merespons kondisi tersebut, Dinas P&K TTS telah mengusulkan penambahan 29 orang pengawas pada tahun ini. Targetnya, paling lambat Desember 2026, para pengawas baru sudah mulai bertugas untuk melakukan pengawasan dan evaluasi ke sekolah-sekolah minimal dua minggu sekali.
Selain pengawasan, Kabupaten TTS juga mengalami kekurangan guru. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), TTS masih kekurangan sekitar 440 guru. Di sisi lain, terjadi ketimpangan distribusi di mana terdapat mata pelajaran tertentu yang justru kelebihan tenaga pendidik. Saat ini, total tenaga pendidik di TTS terdiri dari hampir 3.000 guru PNS, lebih dari 3.000 guru P3K, dan sekitar 1.500 guru P3K paruh waktu, sementara pemetaan untuk guru honorer (terutama di sekolah swasta) masih terus berjalan.
Menghidupkan Kembali MGMP
Sebagai langkah solusi cepat untuk meningkatkan kompetensi mengajar dan literasi siswa, Dinas P&K TTS akan menggalakkan kembali Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan forum sejenis di tingkat Sekolah Dasar.
"Ada guru yang sudah berstatus guru, tetapi kemampuan literasi dan mengajarnya masih perlu ditingkatkan lagi. Maka wadah belajar bersama seperti MGMP harus benar-benar dihidupkan kembali agar guru terus dilatih dan berbagi pengalaman. Fokus utama kita adalah mengembalikan kemampuan literasi dasar kepada anak-anak bangsa," tegas Apris Manafe.
Dinas P&K TTS mengimbau seluruh kepala sekolah dan guru di Kabupaten TTS untuk segera melakukan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan agar memastikan tidak ada lagi siswa kelas 6 maupun kelas 9 yang lolos ke jenjang berikutnya tanpa kemampuan baca-tulis yang matang. (*)


