Liputan-NTT.Com - Kupang, – Semangat olahraga, kebersamaan, dan geliat ekonomi masyarakat mewarnai pelaksanaan etape terakhir daratan Timor Tour de EnTeTe yang mengambil garis finis di kawasan wisata Pantai Lasiana, Kota Kupang pada Jumat pagi, 6 November 2026.
Sejak pukul 07.00 WITA, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, telah tiba di lokasi finis Pantai Lasiana. Kehadiran Gubernur disambut suasana hangat dan penuh keakraban. Sembari menunggu kedatangan para peserta Tour de EnTeTe, Gubernur Melki terlihat berbincang santai bersama awak media atau kuli tinta serta panitia penyelenggara.
Gubernur Melki tampak antusias dan penuh semangat menantikan para peserta memasuki garis finis. Baginya, momentum ini bukan sekadar penuntasan sebuah perjalanan olahraga, tetapi juga perayaan kebersamaan, promosi potensi daerah, dan pembuktian bahwa NTT memiliki daya tarik luar biasa untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala besar.
Di sisi lain, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, turut mengambil bagian dalam kegiatan dengan bergabung bersama peserta jalan sehat Tour de EnTeTe. Kehadiran Wakil Gubernur di tengah masyarakat memperlihatkan bahwa semangat membangun NTT harus dimulai dari kebersamaan, partisipasi, dan keteladanan.
Antusiasme masyarakat terlihat semakin nyata di sepanjang rute kegiatan. Di kawasan Simpang Tiga Bimoku, Jalan Timor Raya, pagar betis masyarakat dan para pelajar telah memadati sisi jalan. Mereka dengan penuh sukacita menantikan rombongan peserta jalan sehat Tour de EnTeTe melintas. Sambutan masyarakat ini menjadi gambaran bahwa Tour de EnTeTe telah melampaui batas sebuah kegiatan olahraga. Event ini telah menjadi ruang perjumpaan, hiburan rakyat, sekaligus momentum mempererat rasa memiliki terhadap daerah.
Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para pengelola lapak dan pelaku UMKM di kawasan wisata Pantai Lasiana. Kehadiran ribuan peserta dan masyarakat memberikan energi baru bagi aktivitas ekonomi warga. Lapak-lapak kuliner dan produk lokal yang biasanya menunggu kunjungan wisatawan kini mendapatkan peluang lebih besar untuk menjajakan dagangan.
Senyum sumringah para pelaku UMKM menjadi potret nyata bahwa sebuah event olahraga dapat menghadirkan manfaat ekonomi secara langsung. Ribuan peserta bukan hanya membawa semangat berolahraga, tetapi juga membawa pergerakan ekonomi, membuka peluang usaha, dan menghadirkan rezeki bagi masyarakat setempat.
TOUR DE ENTETE: OLAHRAGA YANG MENGGERAKKAN PEMBANGUNAN
Lebih dari sekadar ajang bersepeda, jalan sehat, dan lari, Tour de EnTeTe membawa pesan besar tentang bagaimana olahraga dapat menjadi instrumen pembangunan daerah. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Dasa Cita pembangunan Nusa Tenggara Timur, yang menempatkan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi rakyat, pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta promosi potensi daerah sebagai bagian penting dari arah pembangunan.
Melalui Tour de EnTeTe, pemerintah menghadirkan sebuah gerakan yang menghubungkan olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi masyarakat dalam satu momentum. Setiap rute yang dilalui bukan sekadar jarak yang ditempuh, melainkan kesempatan memperkenalkan keindahan alam NTT, menghidupkan destinasi wisata, dan membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha lokal.
Spirit Ayo Bangun NTT menemukan wujud konkretnya dalam kegiatan ini. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan program pemerintah, tetapi juga tentang bagaimana ruang-ruang ekonomi masyarakat dihidupkan, destinasi wisata diperkenalkan, masyarakat dilibatkan, serta potensi lokal diberikan panggung untuk berkembang.
PANTAI LASIANA, PILIHAN FINISH YANG PENUH MAKNA
Keputusan menjadikan kawasan wisata Pantai Lasiana sebagai titik finis etape terakhir daratan Timor Tour de EnTeTe, baik untuk rangkaian jalan maupun lari, merupakan pilihan yang sarat makna strategis.
Pantai Lasiana bukan hanya salah satu ikon pariwisata Kota Kupang dengan pesona pantai dan suasana alamnya, tetapi juga ruang ekonomi masyarakat yang perlu terus dihidupkan dan dipromosikan.
Dengan menjadikan Lasiana sebagai titik akhir perjalanan, Tour de EnTeTe sekaligus mengajak masyarakat dan peserta untuk mengenal lebih dekat potensi wisata NTT. Garis finis tidak hanya menjadi penanda berakhirnya kompetisi atau aktivitas olahraga, tetapi menjadi titik awal untuk menggerakkan kunjungan wisata, memperluas promosi destinasi, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Inilah semangat yang ingin dibangun: ketika olahraga bertemu pariwisata, ketika pariwisata menggerakkan UMKM, dan ketika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, maka pembangunan menjadi gerakan kolektif yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.
Tour de EnTeTe pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang tercepat mencapai garis finish, tetapi tentang seberapa jauh kegiatan ini mampu membawa manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kebanggaan terhadap Nusa Tenggara Timur.
Dari jalanan Timor hingga garis finis Pantai Lasiana, satu pesan terus digaungkan: Ayo Bangun NTT! Bergerak bersama, berolahraga bersama, memajukan pariwisata, menghidupkan UMKM, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. (*)


