Liputan-NTT.Com - Soe,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi mengumumkan penerapan rangkaian Try Out (uji coba ujian) berjenjang sebagai strategi utama mendongkrak mutu pendidikan daerah. Langkah agresif ini diambil setelah Kabupaten TTS berada di urutan ke-21 dari 22 Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) terakhir.
Hal itu disampaikan oleh Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Apris Manafe pada Rabu, 4 November 2026 di ruang kerjanya.
Rangkaian Try Out berkala ini dirancang untuk membiasakan siswa menghadapi model soal standar tinggi sekaligus mengejar target besar, yakni membawa Kabupaten TTS menembus posisi 10 besar pada TKA tahun 2027.
Kepala Dinas P&K Kabupaten TTS, Apris Manafe, menjelaskan bahwa pelaksanaan Try Out massal bagi siswa SD dan SMP ini akan dibagi menjadi tiga tahapan krusial pada awal tahun depan:
Try Out Tahap 1: Dijadwalkan pada Januari 2027
Try Out Tahap 2: Dijadwalkan pada Februari 2027
Try Out Tahap 3: Dijadwalkan pada Maret 2027
Sebelum Try Out pertama dimulai, Dinas P&K akan menggelar Uji Kompetensi Guru (UKG) online serta ujian siswa kelas 6 dan 9 pada 11–13 November 2026 sebagai langkah pemetaan awal (baseline).
"Kami harus membiasakan siswa sejak kelas 4, 5, dan 6 dengan model soal TKA. Melalui rangkaian try out bertahap ini, kami bisa melihat progres berkala. Sekolah juga diwajibkan memiliki buku-buku pendukung agar latihan siswa berjalan berkelanjutan dan tidak terputus," ujar Apris Manafe di ruang kerjanya, Rabu (04/11/2026).
Penerapan skema Try Out tiga tahap ini difokuskan untuk menyelesaikan dua masalah utama siswa TTS dalam TKA sebelumnya. Pertama, melatih ketahanan siswa membaca soal literasi dan numerasi yang panjang karena digabung dalam satu paket. Kedua, melatih kesiapan teknis siswa di daerah pedalaman yang belum terbiasa menggunakan perangkat komputer atau laptop saat ujian.
Dinas P&K menegaskan bahwa Try Out ini bukan sekadar latihan di atas kertas, melainkan instrumen evaluasi bagi kepala sekolah untuk menilai kinerja guru. Dinas akan memetakan sekolah mana yang siap dan mana yang membutuhkan intervensi mendesak berdasarkan hasil evaluasi berkala tersebut.
Rangkaian program ini diselaraskan dengan momentum Hari Guru dan HUT PGRI untuk membangkitkan semangat pemulihan mutu pendidikan di seluruh pelosok TTS. (*)


