Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Proyek Sinode GMIT Diduga Tutup Saluran Air, 50 Hektar Sawah di Oesao Terancam

Kamis | 30.7.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-30T11:15:05Z
banner 325x300

 


Liputan-NTT.Com – Oelamasi, – Petani dari wilayah Naibonat protes keras aktivitas penimbunan tanah yang dilakukan di lokasi proyek milik Sinode GMIT Kupang, yang diduga menutup saluran irigasi utama yang selama ini mengairi lahan pertanian seluas 50 hektar. Keluhan ini disampaikan langsung oleh Ferdi Wadu selaku perwakilan warga setempat saat ditemui wartawan di lokasi tersebut, Rabu (29/7/2026).

 

Menurut Ferdi, masalah bermula di wilayah Kelurahan Oesao, tepatnya di area ujung Jembatan Oesao. Saluran air yang dimaksud merupakan bekas aliran sungai yang sudah ada sejak lama dan dibangun oleh Pemerintah Provinsi untuk kebutuhan irigasi pertanian. "Sebelum badai Seroja, ini adalah aliran kali yang mengalir dari arah jembatan Oesao. Setelah kejadian itu, aliran berpindah dan lokasi tersebut menjadi danau kecil. Namun saluran air ini tetap berfungsi menyalurkan air ke lahan sawah kami," jelasnya.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas penimbunan tanah serta penutupan jembatan kecil yang berada di bawah area danau tersebut. Padahal sebelumnya, pihak pelaksana proyek telah menyampaikan janji akan menyisakan ruang selebar 2 meter demi kelancaran aliran air irigasi. Kenyataannya, saluran tersebut justru tertutup rapat oleh timbunan material proyek.

 

"Kali atau saluran air ini tidak boleh ditutup sembarangan dan tidak boleh dijadikan lahan untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok, karena kepentingan pertanian masyarakat jauh lebih utama," tegas Ferdi. Ia menambahkan, jika saluran ini tetap tertutup maka lahan pertanian seluas puluhan hektare akan kekeringan dan petani merugi besar.

 

Warga menyatakan telah memberikan peringatan terkait hal ini, namun belum ada tanggapan maupun solusi yang memuaskan. "Jika dalam waktu dekat tidak ada tanggapan baik dan solusi yang menguntungkan masyarakat, kami siap melakukan aksi damai ke kantor Sinode GMIT untuk menuntut hak kami sebagai petani," ancamnya.

 

Masyarakat berharap pihak Sinode GMIT segera membuka kembali akses saluran air tersebut sesuai janji awal, agar kegiatan pertanian di wilayah Naibonat dapat berjalan lancar kembali tanpa terganggu. Pihak berwenang diharapkan turun tangan memediasi dan memastikan keseimbangan antara kepentingan pengembangan aset dan hak hidup masyarakat sekitar.


Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Sinode GMIT. Namun wartawan tetap berupaya untuk memperoleh informasi dari Sinode. (*).


×
Berita Terbaru Update