Liputan-NTT.Com - Kupang,- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah menunjukkan aksi nyata kepedulian antar daerah dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp100 juta untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Muhdi, SH., M.Hum, kepada Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr. Semuel Haning, SH., MH, bertempat di Kampus UPG 1945 NTT pada Kamis, 10 September 2026.
Prof. Dr. H. Muhdi saat menyerahkan bantuan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan nilai inti organisasi yaitu solidaritas. "Terjemahan dari solidaritas ini berarti kita harus bahagia bersama dan susah bersama. Jika ada saudara atau teman yang sedang mengalami kesulitan, wajib bagi kita untuk saling membantu," ujarnya.
Meski Jawa Tengah saat ini juga tengah menghadapi sejumlah bencana daerah seperti tanah longsor dan bencana kekeringan, pengurus dan seluruh anggota PGRI Jawa Tengah tetap memprioritaskan penyaluran bantuan ini sebagai bentuk empati yang mendalam bagi masyarakat Flores.
Prof. Muhdi juga berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban serta mendoakan agar situasi di Flores segera pulih kembali.
Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr. Semuel Haning, SH., MH, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh rekan-rekan PGRI dari Jawa Tengah. Beliau menegaskan bahwa duka yang dialami oleh warga Flores merupakan duka bersama seluruh keluarga besar PGRI.
Hingga saat ini, PGRI Provinsi NTT terus menghimpun solidaritas dari berbagai pengurus PGRI daerah lain. Selain dari Jawa Tengah, bantuan juga telah diterima dari PGRI Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp50 juta dan PGRI Kabupaten Bima sebesar Rp50 juta.
Seluruh dana bantuan yang telah terkumpul ini akan segera digabungkan dengan donasi dari PGRI Provinsi NTT untuk disalurkan langsung ke wilayah-wilayah terdampak di Flores, meliputi Maumere, Sikka, Nagekeo, dan Manggarai. PGRI berharap sinergi dan bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan bagi para korban bencana. (*)

