Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Pengawas SMP Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah di SMPN 8 Kota Kupang

Kamis | 9.7.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-09T04:37:02Z
banner 325x300

 

Liputan-NTT.Com – Kupang, – Inovasi pengelolaan sampah yang diterapkan SMP Negeri 8 Kota Kupang mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Koordinator Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Kupang, Maurits E. Floris, S.Pd., M.Pd.


Kepada Awak Media di SMPN 8 Kota Kupang pada Rabu, 8 Juli 2026, Maurits sampaikan bahwa cara mengolah sampah yang dilakukan oleh sekolah tersebut dapat contoh terbaik untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat secara berkelanjutan. 


“Prinsipnya sederhana: habis di depan, jangan sampai terbawa hingga ke tempat pembuangan akhir. Seperti yang dilaksanakan SMP Negeri 8, ini sangat bagus. Sampah tidak hanya dibuang ke TPS, melainkan diolah dan dimanfaatkan langsung di tempat. Jika diselesaikan sejak awal, secara otomatis akan mengurangi risiko timbulnya penyakit menular,” tegas Maurits saat memberikan tanggapan.


Ia menekankan bahwa pembiasaan yang diajarkan di sekolah memiliki dampak berantai yang luas. Ketika siswa dibekali pengetahuan dan kebiasaan baik mengelola sampah, maka kebiasaan itu akan dibawa pulang ke lingkungan keluarga.


“Jika siswa sudah terbiasa memilah dan mengolah sampah di sekolah, maka di rumah pun mereka akan menerapkannya. Ini akan mengurangi jumlah sampah plastik yang menumpuk. Kalau halaman rumah bersih, maka lingkungan RT, RW, hingga kelurahan pun akan ikut bersih. Akhirnya, Kota Kupang secara keseluruhan akan menjadi kota yang bersih dan sehat,” jelasnya.


Maurits juga menegaskan bahwa pengolahan sampah bukan sekadar membuang atau membakar, melainkan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Seperti yang dilakukan SMP Negeri 8, sampah diolah menjadi pupuk maupun barang kerajinan yang memiliki nilai guna.


“Ini bukan soal dibakar atau dibuang, tapi bagaimana sampah itu bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan hidup. Bahkan, jika dikelola dengan baik, sisa sampah di rumah bisa mendatangkan nilai tambah, misalnya dijual untuk membeli buku, pulsa, atau kebutuhan lainnya. Namun yang paling utama bukan hasilnya, melainkan proses mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat,” tambahnya.


Sebagai pengawas, ia menyatakan dukungan penuh terhadap program dan inovasi lingkungan yang telah dikembangkan SMP Negeri 8 serta sekolah-sekolah lain se-Kota Kupang. Langkah ini dinilai selaras dengan Visi dan Misi Pemerintah Kota Kupang untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan membentuk generasi muda yang bertanggung jawab terhadap alami.


“Kami akan terus mendorong sekolah-sekolah lain untuk meniru dan mengembangkan cara serupa. Ini adalah investasi jangka panjang demi kesehatan lingkungan dan kualitas sumber daya manusia di Kota Kupang,” pungkasnya.(**).


×
Berita Terbaru Update