Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

RUPS dan RUPS LB Bank NTT, Terjadi Perubahan Struktur Pengurus

Senin | 25.5.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-25T01:17:02Z
banner 325x300

 

Liputan-NTT.Com - Kupang,- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2026 Bank NTT, Rita Wuisan diusulkan jadi Komisaris Independen dan Devi Adiana akan dilantik sebagai Direktur Kepatuhan.


Hal itu disampaikan oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena selaku pemegang saham pengendali usai RUPS di lantai II Kantor Gubernur didampingi para Kepala Daerah Bupati/Walikota sebagai pemegang saham pada Minggu, 24 Mei 2026. 


Gubernur NTT saat Jumpa Pers menyampaikan bahwa selain pengusulan Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen, dalam RUPS juga telah memberhentikan dengan hormat Direktur Kepatuhan dan digantikan Revi Adiana dari Bank Jatim yang sudah dinyatakan lolos oleh OJK serta rencana pelantikan akan berlangsung pada Selasa (26/05).


Lanjutnya bahwa dalam RUPS tersebut, Direksi dan Komisaris Bank NTT diminta untuk mendukung program prioritas pemerintah daerah baik Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kota/kabupaten dengan minimal satu program prioritas.


Sedangkan dalam RUPS Luar Biasa, pemegang saham menyepakati penyesuaian anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sesuai rekomendasi OJK. Struktur pengurus juga mengalami perubahan dimana sebelumnya terdapat tujuh Direksi pada Bank NTT dan lima Komisaris kini diubah menjadi lima direksi dan 3 komisaris. Keputusan penting lainnya sesuai rekomendasi Kemendagri dan hasil konsultasi Pemprov bersama DPRD NTT perubahan status dari PT Bank NTT menjadi Bank NTT Perseroda. 


Selain itu juga ada tambahan modal sebesar Rp38 Miliar dimana Pemerintah Provinsi NTT menambah modal sebesar Rp30 miliar, Kabupaten Malaka Rp5 miliar dan Kabupaten Alor Rp3 M.


pada kesempatan itu Melki juga menegaskan Bank NTT akan memperkuat pembiayaan produktif melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kini telah menyiapkan KUR sebesar Rp350 miliar yang terdiri atas Rp300 miliar untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sedangkan untuk Rp50 miliar dikhususkan untuk pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT tujuannya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas pembiayaan pelaku usaha produktif yang mengalami kesulitan mengakses layanan bank.


Dalam RUPS Tahunan dan RUPS LB tersebut, Para kepala daerah telah mengevaluasi secara rinci parameter penting bank, mulai dari aset, pengembangan bisnis hingga strategi peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah, dan berkomitmen bersama membesarkan Bank NTT agar semakin berkontribusi memberikan pelayanan bagi masyarakat di berbagai bidang. (*)


×
Berita Terbaru Update