Liputan-NTT. Com - Kupang, - Satu tahun memimpin Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johny Asadoma luncurkan buku “Asa dan Rasa" sebagai refleksi setahun dengan semangat Ayo Bangun NTT. Peluncuran buku berlangsung di Aula El Tari Kupang pada Kamis, 9 April 2026.
Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur Emilia J. Nomleni yang hadir dalam diskusi Peluncuran Buku Asa dan Rasa menyampaikan sejumlah catatan Kritis terkait satu tahun kepemimpinan Melki-Jhony.
Menurut pandangannya terhadap peluncuran buku Asa dan Rasa Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT masa kepemimpinan Melki-Johny dari sudut pandang perempuan bahwa Melki-Johny ketika menduduki posisi sebagai gubernur dan wakil gubernur tidak terlepas dari kontribusi perempuan, dan pembangunan di NTT juga tidak dapat berjalan tanpa kontribusi perempuan karena kontribusi perempuan baik dalam rumah tangga maupun di ruang publik sangatlah besar.
Lanjutnya bahwa peluncuran buku Asa dan Rasa merupakan sebuah capaian luar biasa dari sebuah kepemimpinan dan sebuah keberanian membiarkan diri untuk dilihat oleh banyak orang baik dari segi kelebihan maupun kekurangan. Ia mengapresiasi kerja keras Melki- Johny selama setahun dengan spirit Ayo Bangun NTT yang dengan keberanian menghadirkan buku tersebut sebagai ruang evaluasi.
Ia menyebut buku tersebut tidak sekadar menjadi kumpulan laporan kerja, tetapi harus menjadi refleksi atas perjalanan kepemimpinan gubernur dan wagub selama satu tahun terakhir.
Emilia Nomleni juga menyoroti isi buku tersebut dengan sejumlah catatan penting, mulai dari isu perlindungan perempuan dan anak, kemiskinan, hingga kelompok rentan bahkan mempertanyakan keterlibatan sejumlah tokoh perempuan dalam narasi tersebut. Tak hanya itu ia juga memberikan sorotan tajam terkait program-program seperti OVOP, OCOP, hingga NTT Mart yang menurutnya butuh pendalaman lanjutan.
Ia juga menyinggung data-data yang disampaikan dalam narasi tersebut perlu diselaraskan, misalnya ada capaian dalam suatu program tetapi faktanya 60 persen belum terealisasi dengan baik.
Kepemimpinan Melki-Johni masih memiliki waktu empat tahun ke depan untuk mewujudkan berbagai target. Sehingga ada tanggung jawab yang besar namun jangan mengeluh dan tetap bekerja dengan semangat Ayo Bangun NTT.
“Saya pikir apa yang saya sampaikan ini mungkin tidak menyenangkan tapi sesuatu yang tidak menyenangkan itu kita bisa ubah jadi menyenangkan selagi kita berpikir positif. Jadikan kritik itu energi untuk kita dapat memperbaiki dan lebih fokus untuk mencapai apa yang menjadi target pembangunan di NTT karena selisih antara Asa dan Rasa harus kita perkecil dengan kerja nyata. (*)


