Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Kematian YBR Siswa SD di Ngada Diduga Ada Kejanggalan, Ketua PGRI NTT Minta APH Usut Tuntas

Minggu | 8.2.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-08T02:46:48Z
banner 325x300

 

Liputan-NTT.Com- Kupang,- Kasus kematian YBR (10) siswa SD di Ngada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTT Dr. Semuel Haning, SH.,MH.,C.Me.,C.Parb menduga hal tersebut janggal dan tidak wajar dilakukan oleh seorang anak usia 10 tahun sehingga meminta APH untuk usut tuntas dan mengungkapkan fakta yang sebenarnya kepada masyarakat.


Hal itu disampaikan oleh Ketua PGRI NTT di Hotel Harper Kupang pada Sabtu, 7 Februari 2026. 


Ketua PGRI dengan tegas meminta APH dalam hal ini pihak Kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan tentang meninggal YBR dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri dimana kasus tersebut sangat berdampak bagi masyarakat luas karena YBR baru berusia 10 tahun. Bagaimana seorang anak 10 tahun bisa berpikir tentang menghabisi hidupnya dengan gantung diri hanya karena himpitan ekonomi?


APH perlu melakukan melakukan penyelidikan bagaimana kehidupan sehari-hari dari YBR dan tali yang digunakan serta bagaimana caranya ia memanjat pohon dan bagaimana caranya ia membuat simpul untuk mengakhiri hidupnya sendiri?


Ketua PGRI membeberkan kejanggalan lainnya yakni ramai diberitakan bahwa dugaan YBR mengakhiri hidupnya karena ketidakmampuan finansial untuk membeli alat tulis namun sebelum meninggal ia menulis di buku berarti ada alat peraga untuk tulis menulis. “Saya sangat mengharapkan agar kasus ini tidak henti sampai disini, saya mengharapkan akurasi penyelidikan daripada APH dalam hal ini Kepolisian untuk menyelidiki secara tuntas sehingga kita dapat tahu apakah memang ia mengakhiri hidupnya sendiri atau ada unsur lain”. 


Dr. Semuel Haning dengan tegas menyatakan jika pihak Kepolisian tidak melakukan investigasi maupun penyelidikan yang menjadi kewenangan proporsional Kepolisian maka PGRI akan membentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk mengungkap peristiwa kematian YBR (10) Siswa SD di Ngada. 


“Saya sangat mengharapkan APH harus turun di lapangan untuk melakukan survei dan segera laporkan kepada kami masyarakat melalui penyelidikan-penyelidikan kalau tidak kami akan membentuk tim sendiri. Kasus ini sudah menyita perhatian nasional oleh karena itu mohon APH melakukan penyelidikan secara tuntas”. (*)




×
Berita Terbaru Update