Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Solidaritas Lumbung Agraria: Sembako Petani untuk Korban Gempa Flores

Sabtu | 22.8.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T12:20:38Z
banner 325x300

 

Liputan-NTT.Com - Kupang,- Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menyalurkan bantuan kemanusiaan seberat 4 ton beras dan kebutuhan pokok untuk warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menggunakan jejaring Gerakan Ekonomi Solidaritas Lumbung Agraria (GESLA), bantuan ini didistribusikan serentak di tiga lokasi kritis pada Jumat, 21 Agustus 2026.


Titik penyaluran menyasar wilayah terdampak parah, meliputi Desa Tonggurambang di Kabupaten Nagekeo. Selain itu, tim bergerak ke Kabupaten Sikka untuk menyisir Desa Nangahale, Likong Gete, Desa Runut, serta kawasan Kecamatan Mego dan Tanawawo.


Koordinator KPA Wilayah NTT, Honorarius Quintus Ebang, menegaskan aksi ini bukan sekadar filantropi instan. GESLA, menurut dia, adalah model konkret untuk merombak tata niaga pangan agar lebih adil dengan memangkas rantai distribusi yang selama ini dikuasai tengkulak.


"Gerakan ini menyatukan solidaritas sosial dengan ekonomi kerakyatan. Kita menghubungkan langsung petani dan nelayan sebagai produsen kepada kelompok rentan dan buruh sebagai konsumen," ujar Honorarius saat ditemui di lokasi penyerahan bantuan, Jumat.


Embrio GESLA lahir dari refleksi atas krisis multidimensi semasa pandemi COVID-19. Saat itu, buruh kota kehilangan pekerjaan dan kesulitan mengakses pangan sehat, sementara petani di desa kebingungan memasarkan hasil panen. 


Melalui skema Lumbung Agraria, KPA mengonsolidasikan hasil bumi anggotanya ke dalam badan usaha berbentuk koperasi. Model distribusi ini terintegrasi dengan konsep Desa Maju Reforma Agraria (Damara). 


Program tersebut mendorong organisasi tani dan masyarakat adat mandiri dalam mengelola penguasaan tanah, produksi, hingga rantai konsumsi secara berkeadilan.


Operasi kemanusiaan di Flores ini digerakkan oleh koalisi organisasi rakyat di bawah payung KPA NTT. Di antaranya Wahana Tani Mandiri (WTM), PBH Nusra, Sunspirit, Persatuan Masyarakat Adat Tana Bu (PMATB), Perjuangan Masyarakat Tonggungrambang, dan Gerakan Muda Reforma Agraria Nangahale.


Yohanes Mere Mea, warga terdampak di Tonggurambang, Nagekeo, menyebut pasokan pangan ini datang di saat krusial. Proses pemulihan pasca-gempa berjalan lambat, sementara akses logistik warga masih terganggu.


"Kami sangat membutuhkan bantuan untuk pemulihan ini. Pasokan sembako dari jaringan petani ini sangat membantu dapur kami tetap mengepul," kata Yohanes. 


Ia mendesak pemerintah dan lembaga sipil meniru model pemulihan jangka panjang ini agar kehidupan ekonomi warga Flores bisa segera bangkit. (*)


×
Berita Terbaru Update