Liputan-NTT.Com - Kupang,– Sebanyak 65 relawan Pemuda Katolik Komisi Daerah (Komda) Nusa Tenggara Timur (NTT) berangkat dari Kupang menuju Pulau Flores hari ini, Sabtu (22/8). Pemberangkatan ini bertujuan untuk menjalankan misi kemanusiaan dan mendampingi warga yang terdampak bencana gempa bumi di beberapa wilayah Flores.
Tim relawan bertolak menggunakan kapal KM Ile Labalekan dengan estimasi waktu perjalanan laut sekitar 19 jam menuju Ende. Setibanya di Ende, tim akan langsung bergerak membelah jalur darat menuju titik-titik terdampak di Kabupaten Nagekeo, Ngada, hingga Ruteng (Manggarai).
Misi kemanusiaan ini diperkuat oleh kolaborasi lintas keahlian, termasuk kehadiran 18 tenaga kesehatan profesional yang terdiri dari: Dokter, Psikolog, Tenaga Farmasi, Perawat, Bidan.
Di lokasi bencana, para relawan akan langsung terintegrasi dengan kebutuhan riil masyarakat setempat. Fokus pergerakan tim meliputi lima pilar aksi utama:
1. Pelayanan Kesehatan: Pengobatan gratis dan pemeriksaan kondisi fisik warga.
2. Pendampingan Psikososial: Trauma healing oleh psikolog, khususnya bagi anak-anak dan lansia.
3. Dapur Umum: Penyediaan dan pendistribusian makanan siap saji yang layak nutrisi.
4. Logistik: Distribusi bantuan material dan pemulihan fasilitas umum yang rusak.
5. Pendampingan Masyarakat: Hadir langsung mendengar dan menemani warga di masa sulit.
"Kami datang bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa hati untuk hadir, mendengar, dan melayani. Ditengah situasi sulit dan wilayah yang masih membutuhkan perhatian, kami ingin memastikan bahwa sebisa mungkin setiap orang yang membutuhkan mendapatkan pelayanan dan tidak merasa sendirian," ujar perwakilan Pemuda Katolik Komda NTT.
Dengan mengusung semangat “Datang untuk melayani. Bergerak untuk kemanusiaan. Hadir untuk sesama”, Pemuda Katolik berkomitmen penuh untuk berdiri bersama masyarakat Flores hingga situasi kembali kondusif. (*)


