Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Solidaritas Perantauan Anak Desa Kolisia B Sumbang Rp8 Juta untuk Bangun Gereja St. Theodorus

Senin | 22.6.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-22T06:30:21Z
banner 325x300

 


Liputan-NTT.Com -Sikka,- Semangat cinta tanah kelahiran dan kepedulian yang tinggi mewujudkan aksi nyata dari warga asal Desa Kolisia B yang merantau. Kelompok Solidaritas Perantauan Anak Desa Kolisia B, yang beranggotakan 27 orang, secara resmi menyerahkan sumbangan dana sebesar Rp8.000.000 untuk mendukung pembangunan Gereja St. Theodorus Kolisia - Nawuteu, yang berada di wilayah Desa Kolisia B, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Bantuan diserahkan pada Minggu, 21 Juni 2026. 


Dana sebesar Rp8.000.000 tersebut dikumpulkan secara bertahap selama dua bulan, terhitung mulai bulan April hingga Mei 2026. Kelompok ini dipimpin langsung oleh Saudara Yohanes Severinus Padeng (Jefri) selaku Ketua, didampingi Maria Renalti Dua Monika (Nalti) sebagai Bendahara.


Dalam pernyataannya, Jefri menjelaskan bahwa ide membentuk wadah solidaritas ini lahir dari rasa kepedulian mendalam terhadap kampung halaman, khususnya dalam mendukung kelancaran pembangunan rumah ibadah umat.


Ide ini muncul semata-mata karena rasa peduli kami terhadap kampung halaman, terutama untuk mendukung pembangunan Gereja St. Theodorus. Kami ingin berkontribusi, sekecil apapun, agar fasilitas ibadah di desa kami bisa segera selesai dan dimanfaatkan dengan baik, ujar Jefri saat acara penyerahan sumbangan.


Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota kelompok dan teman-teman sesama perantau yang telah berpartisipasi menyisihkan sebagian rezekinya. “Saya ucapkan terima kasih yang tulus kepada semua teman-teman di tanah perantauan yang sudah mendukung gerakan ini. Harapan saya, wadah solidaritas ini bisa terus berlanjut dan menjadi kebiasaan baik kami semua,” tambahnya.


Jefri juga mengajak seluruh warga asal Desa Kolisia B yang berada di perantauan lain untuk turut bergabung dan berpartisipasi. Partisipasi ini, tegasnya, didasari keikhlasan dan ketulusan hati, tanpa ada unsur paksaan apa pun.


“Kami mengajak semua umat dan warga desa yang ada di perantauan untuk mari sama-sama memberi sumbangan dengan ikhlas, tanpa ada paksaan. Bagi yang ingin bergabung dalam kelompok ini, silakan menghubungi saya sendiri atau Saudari Nalti,” ajaknya.


Di balik berjalannya gerakan ini, kelompok ini juga menunjuk dan mempercayai tiga tokoh sesama perantau sebagai penasihat dan penyemangat, yaitu Om Gus, Om Frans, dan Om Sebas. Ketiga tokoh ini berperan memberikan motivasi, arahan, dan semangat agar seluruh anggota tetap kompak dan konsisten dalam menjalankan tujuan mulia kelompok.


Penyerahan dana dilakukan secara langsung kepada pengurus gereja dalam suasana penuh kekeluargaan, disaksikan oleh tokoh masyarakat, umat, dan warga sekitar. Pihak pengurus gereja menyambut baik dan sangat berterima kasih atas kepedulian para perantau, dan memastikan dana tersebut akan digunakan sebaik-baiknya untuk keperluan pembangunan sesuai kebutuhan.


Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun terpisah jarak dan tempat tinggal, ikatan persaudaraan serta rasa cinta dan tanggung jawab terhadap kemajuan kampung halaman tetap terjaga kuat di hati setiap anak Desa Kolisia B. (*)


×
Berita Terbaru Update