Liputan-NTT.Com - Kupang,- Dorong inovasi teknologi pendidikan berbasis Artificial Intelligence (AI), Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Acer Indonesia.
Penandatanganan MoU berlangsung dalam Seminar dan Workshop bertajuk “AI in Education: Innovations for Future-Ready Learning” di Aula Ora et Labora Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, Kupang pada tiga pekan lalu atas kerjasama antara Universitas Persatuan Guru 1945 NTT dengan Pengurus Besar PGRI, serta Pengurus PGRI Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Acer Indonesia.
Rektor Universitas Persatuan Guru 1945 NTT dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Oleh karena itu, tenaga pendidik perlu memiliki kemampuan adaptif dan literasi digital yang memadai agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Acer Indonesia yang membagikan berbagai inovasi teknologi pendidikan berbasis AI serta strategi implementasinya dalam mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, personal, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di masa depan.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Persatuan Guru 1945 NTT dan Acer Indonesia. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri teknologi untuk mendukung pengembangan kompetensi digital, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan literasi teknologi, serta pengembangan program-program inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Selain membahas pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengelolaan keuangan di era digital. Dalam kesempatan tersebut, Bank NTT turut berpartisipasi sebagai mitra edukasi dengan menghadirkan materi bertajuk “Tata Kelola Keuangan dan Literasi Finansial di Era Digital.”
Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan layanan perbankan digital secara aman, peningkatan literasi keuangan, serta kesadaran terhadap berbagai risiko transaksi digital yang semakin berkembang di tengah masyarakat.
Kehadiran Bank NTT dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen lembaga perbankan daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya tenaga pendidik dan generasi muda, agar semakin cakap dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.
Ketua PGRI Provinsi NTT menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan zaman. Pemanfaatan teknologi AI dan peningkatan literasi keuangan dinilai menjadi dua aspek penting yang harus dikuasai oleh pendidik guna menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Melalui seminar dan workshop ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam lingkungan kerja masing-masing, sehingga dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara PGRI, Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, Acer Indonesia, dan Bank NTT dalam membangun ekosistem pendidikan yang modern, inklusif, serta siap menghadapi tantangan transformasi digital di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Seminar dan workshop ini menjadi ruang kolaborasi strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital yang semakin berkembang pesat. (*)


