Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

IGI Flores Timur Paparkan Enam Program Strategis dalam Rakor Pendidikan

Rabu | 18.3.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-18T03:33:51Z
banner 325x300

 

Liputan-NTT.Com - LARANTUKA,- Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Flores Timur memaparkan enam program strategis untuk mendorong transformasi pendidikan daerah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tematik Pendidikan yang digelar Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Senin (16/3/2026).


Rakor yang berlangsung di Aula Setda Flores Timur itu dipimpin Penjabat Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, dan dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), praktisi pendidikan, hingga organisasi profesi guru.


Ketua IGI Flores Timur dalam pemaparannya menegaskan perlunya perubahan pendekatan dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini. “Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama untuk tantangan yang sudah berubah. Pendidikan di Flores Timur harus berani melakukan lompatan besar,” ujarnya.


Dalam forum tersebut, IGI menyampaikan enam program strategis sebagai pilar transformasi pendidikan di daerah itu. Pertama, pengembangan sekolah bilingual untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing siswa tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. Program ini dinilai penting untuk mendukung daya saing generasi muda di tengah peluang global, termasuk sektor pariwisata.


Kedua, digitalisasi pendidikan melalui pemerataan akses teknologi hingga ke wilayah pelosok. IGI menilai digitalisasi tidak hanya sebatas penyediaan perangkat, tetapi juga pembangunan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi guna mengatasi tantangan geografis Flores Timur sebagai daerah kepulauan.


Ketiga, penguatan literasi melalui pendekatan sastra. Program ini diarahkan untuk menumbuhkan minat baca dan tulis siswa dengan metode yang lebih kreatif dan menyentuh aspek emosional, sehingga mendorong kemampuan berpikir kritis dan empati.


Keempat, peningkatan kompetensi guru melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). IGI mendorong guru beralih dari metode ceramah ke pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam dan aplikatif.


Kelima, penyelenggaraan Lamaholot Cup sebagai wadah pengembangan bakat non-akademik siswa melalui kegiatan olahraga, sekaligus memperkuat nilai sportivitas dan kebersamaan sosial.


Keenam, mewujudkan sekolah sebagai lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa dan guru. Program ini menitikberatkan pada pencegahan perundungan dan kekerasan serta dukungan terhadap kesehatan mental di lingkungan pendidikan.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Flores Timur, Apolonia Corebima, menyambut positif gagasan yang disampaikan IGI. Ia menilai program tersebut relevan dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan di daerah.


Dukungan juga datang dari kalangan perguruan tinggi. Perwakilan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan lembaga pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Sementara itu, Penjabat Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen dalam arahannya menyampaikan sejumlah catatan terkait kondisi anggaran pendidikan, termasuk penurunan dana alokasi umum spesifik grant (DAUSG). Meski demikian, ia tetap optimistis pemerintah daerah mampu mengatasi tantangan yang ada melalui kolaborasi lintas sektor.


Ia juga menyinggung persoalan peningkatan jumlah peserta didik secara otomatis sebagaimana disampaikan salah satu kepala sekolah, yang menurutnya perlu disikapi dengan memperhatikan regulasi, serta didukung melalui program remedial dan matrikulasi.


Rakor tematik pendidikan tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan teknis melalui kolaborasi antar-OPD dan pemangku kepentingan di daerah. (*)

×
Berita Terbaru Update