Liputan-NTT.Com - Kupang, – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2025–2028, M. Risyad Fahlefi, secara resmi membuka gelaran Konferensi Daerah (KONVERDA) VII GMNI Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (27/01/2026). Acara yang berlangsung di Aula Gedung Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi organisasi di wilayah Flobamora.
Kehadiran Risyad Fahlefi yang terpilih secara aklamasi pada Kongres XXII di Bandung lalu menegaskan pentingnya penguatan basis di daerah. Dalam sambutannya, Risyad menekankan bahwa tema "Dari Kesadaran Ideologis Menuju Kesatuan Gerakan Kolektif Revolusioner" bukan sekadar slogan, melainkan panggilan aksi bagi seluruh kader.
"Tema ini adalah panggilan bagi seluruh kader di NTT untuk tidak hanya terjebak pada tataran wacana, tetapi bergerak secara kolektif dan revolusioner dalam menjawab tantangan zaman," tegas Risyad.
Ia juga mengingatkan agar GMNI tetap setia pada akar perjuangan Marhaenisme yang progresif serta mampu menjawab persoalan nyata rakyat di NTT.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD GMNI NTT, Marianus Kristo Haukilo, menyatakan bahwa forum tertinggi tingkat daerah ini akan difokuskan pada reorientasi gerakan.
Menurutnya, pembangunan kesadaran ideologis merupakan fondasi utama sebelum kader terjun langsung mengabdi kepada masyarakat.
Konverda VII ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang solid dan visioner. Fokus utamanya adalah menerjemahkan visi Trisakti Bung Karno ke dalam konteks pembangunan dan penguatan barisan massa rakyat di Nusa Tenggara Timur. (*)


