Liputan-NTT.Com - Kupang,- Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) PB PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, SH., MH, dalam moment Wisuda Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT meminta agar para lulusan tidak minder dan siap menjadi pencipta lapangan kerja. Ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan kontribusi nyata lulusan dalam pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan oleh Ketua BPH PB PGRI NTT dalam Wisuda Sarjana ke-10 UPG 1945 NTT di Hotel Harper pada Rabu, 9 September 2026.
Dr. Semuel Haning di hadapan ratusan wisudawan, ia mengajak generasi muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membuang rasa minder terhadap latar belakang keluarga maupun daerah asal.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa tempat lahir dan kondisi ekonomi bukanlah penentu masa depan seseorang. Keberhasilan sejati lahir dari keberanian menentukan arah hidup, penguasaan ilmu, serta kerja keras.
"Jangan minder menjadi anak desa. Kita mungkin tidak lahir dari kota yang ramai atau dari keluarga yang sederhana. Jangan bertanya saya berasal dari mana, tetapi tanyakan saya mau menuju ke mana," ujar Semuel Haning menyemangati para wisudawan.
Dr. Semuel Haning mendorong para lulusan agar tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker) yang hanya mengandalkan lembaran ijazah.
Di era yang kompetitif ini, dunia kerja membutuhkan lulusan yang memiliki kreativitas, keberanian, dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Ia menantang para sarjana baru untuk berani mengambil jalur wirausaha dan menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
“Jadilah sarjana yang tidak membawa ijazah saja, tetapi membawa semuanya (kemampuan dan karakter). Jangan hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi harus mampu membuka peluang bagi orang lain,” tegasnya.
Selain menekankan pentingnya kemandirian ekonomi, Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan jasa dan tetesan keringat orang tua. Keberhasilan yang dirayakan hari ini merupakan buah dari pengorbanan tak terhingga orang tua yang bekerja siang dan malam demi pendidikan anak-anak mereka.
Di akhir pidatonya, ia menitipkan pesan moral yang mendalam mengenai hakikat kesuksesan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh harus membawa dampak sosial yang nyata bagi pembangunan daerah NTT.
“Kita berdiri sendiri di puncak, itu kesalahan. Ketika keberhasilan kita membuat orang lain juga berhasil, di situlah Tuhan menangkap kalian. Jadilah SDM yang berkarakter, berani, serta peduli pada masyarakat,” pungkas Semuel.
Acara wisuda ke-10 ini menjadi momentum refleksi bagi UPG 1945 NTT untuk terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional. (*)


