Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Ketua DPRD NTT Apresiasi Kebun Kreatif Dinas Parekraf: Lahan Tidur Disulap Jadi Ruang Produktif dan Inspiratif

Selasa | 8.9.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T14:04:49Z
banner 325x300

 


Liputan-NTT.Com - Kupang,— Lahan yang selama ini mungkin dipandang sebagai ruang kosong ternyata dapat berbicara banyak ketika disentuh oleh kreativitas. Di tangan para aparatur Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, lahan yang sebelumnya tidak produktif disulap menjadi Kebun Kreatif yang bukan hanya menghasilkan berbagai tanaman kebutuhan dapur, tetapi juga menghadirkan ruang hijau yang asri, tertata dan bernilai estetis.


Kreativitas tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Provinsi NTT, Ibu Emilia Nomleni, saat melakukan kunjungan ke Kebun Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.


Emilia Nomleni mengapresiasi semangat dan kerja kreatif jajaran Dinas Parekraf yang mampu memanfaatkan teknologi serta waktu secara produktif. 


Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Dengan kemauan, kreativitas dan konsistensi, ruang yang sederhana pun dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.


Lanjutnya bahawa, yang menarik, pengembangan Kebun Kreatif dilakukan dengan memanfaatkan waktu satu jam sebelum dan satu jam setelah jam kerja. Aktivitas tersebut menjadi gambaran bahwa produktivitas tidak selalu berhenti ketika pekerjaan administratif selesai. Ada ruang bagi ASN untuk menghadirkan gagasan, kepedulian dan karya yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan kerja.


“Ini adalah bentuk kreativitas yang patut diapresiasi. Lahan yang sebelumnya tidak produktif bisa dimanfaatkan menjadi kebun yang menghasilkan sekaligus memperindah lingkungan kantor,” ujar Emilia.


Bagi Emilia, Kebun Kreatif tidak sekadar berbicara tentang sayur-mayur atau tanaman kebutuhan dapur. Lebih dari itu, kebun tersebut memperlihatkan bagaimana lahan tidur dapat diubah menjadi ruang produktif, ruang edukasi sekaligus ruang estetika.


Penataan kebun yang rapih dan asri bahkan menjadikannya salah satu spot menarik di lingkungan Kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT. Kehadiran ruang hijau tersebut sekaligus memperkuat wajah kantor sebagai institusi yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.


Emilia pun mendorong agar semangat serupa dapat direplikasi oleh perangkat daerah lainnya, terutama instansi pemerintah yang masih memiliki lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.


“Kalau ada lahan yang belum dimanfaatkan, mengapa harus dibiarkan tidur? Mari kita ubah menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat,” demikian semangat yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.


Pesan itu menjadi penting di tengah tuntutan agar birokrasi tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Pemerintah tidak selalu harus menunggu program besar dan anggaran besar untuk menciptakan perubahan. Terkadang, perubahan justru lahir dari sebidang tanah kosong, kemauan untuk bekerja dan keberanian untuk berkreasi.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Doris Alexander Rihi, yang mendampingi kunjungan Ketua DPRD NTT tersebut, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Emilia Nomleni.


Menurut Doris, kunjungan Ketua DPRD NTT menjadi energi positif sekaligus motivasi baru bagi seluruh ASN Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk terus mengembangkan kreativitas di lingkungan kerja.


“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ibu Ketua DPRD NTT. Bagi kami, kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar seluruh ASN terus melahirkan kreativitas yang memberikan manfaat, bukan hanya bagi organisasi tetapi juga bagi lingkungan,” kata Doris.


Doris menegaskan bahwa semangat Kebun Kreatif sejalan dengan karakter Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dituntut untuk selalu berpikir kreatif, inovatif dan produktif.


Karena itu, Kebun Kreatif tidak boleh berhenti sebagai sebuah kebun. Ia harus menjadi simbol cara berpikir baru: bahwa setiap ruang memiliki potensi, setiap lahan dapat memberikan manfaat dan setiap aparatur memiliki peluang untuk menciptakan sesuatu.


Dari lahan yang sebelumnya diam, kini tumbuh sayuran. Dari ruang yang sebelumnya kosong, kini hadir keindahan. Dan dari kerja sederhana di sela-sela waktu, lahir sebuah pesan besar bahwa kreativitas birokrasi tidak harus menunggu perintah, tidak harus menunggu proyek besar, dan tidak selalu membutuhkan anggaran besar.


Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk memulai. Kebun Kreatif Dinas Parekraf NTT menjadi bukti bahwa ketika kreativitas bertemu dengan kepedulian, lahan tidur pun dapat berubah menjadi karya yang hidup.(*)


×
Berita Terbaru Update