Liputan-NTT.Com - Kupang,- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Dr. Johni Asadoma, M.Hum secara resmi membuka Turnamen Tinju Amatir dan Futsal Piala Rektor Cup III Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur Tahun. Kegiatan pembukaan berlangsung di GOR Flobamora Oepoi Kupang, pada Kamis, 4 Juni 2026 yang mengusung Tema: “Ayo Bangun Nusa Tenggara Timur dan Ayo Bangun Kejayaan Olahraga Tinju di NTT”.
Pada kesempatan itu Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, setiap pertandingan merupakan ajang penting bagi atlet untuk menguji kemampuan teknik, taktik, serta stamina yang telah dipersiapkan melalui proses latihan. Kejuaraan seperti ini memberikan pengalaman dan menambah jam terbang bagi para atlet.
Lanjutnya bahwa, pelaksanaan kejuaraan seperti Piala Rektor UPG 1945 NTT adalah bagian dari proses pembinaan atlet serta dapat memberikan pengalaman bertanding untuk meraih prestasi.
Kejuaraan Piala Rektor UPG Cup III menjadi ajang persiapan untuk menghadapi event besar yang akan datang yakni PON 2028. Tinju dan cabang olahraga bela diri lainnya merupakan salah satu kekuatan olahraga NTT yang diandalkan untuk meraih medali pada PON mendatang.
Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dimana NTT akan menjadi salah satu tuan rumah sehingga Pemerintah Provinsi NTT menargetkan prestasi khusus cabang olahraga tinju, target minimal mampu menyumbangkan empat medali emas.
Wagub NTT juga memberikan apresiasi kepada UPG 1945 NTT yang secara aktif mendukung pengembangan olahraga melalui penyelenggaraan berbagai pertandingan serta pemberian beasiswa bagi atlet berprestasi.
Ia juga mengapresiasi kontingen dari Timor Leste yang turut berpartisipasi dalam turnamen tersebut. “Kita berharap Timor Leste terus berpartisipasi dalam berbagai pertandingan di Nusa Tenggara Timur. Sebagai negara tetangga, hubungan ini harus terus kita perkuat melalui olahraga”.
Johni berpesan agar para atlet tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran sebab kemenangan hanya diraih oleh mereka yang rajin berlatih. Kalau hari ini kalah, jadikan pengalaman untuk berlatih lebih giat lagi. Ia menekankan kunci utama seorang atlet untuk mencapai prestasi tinggi adalah latihan yang sungguh-sungguh dan disiplin.
Wagub NTT merupakan Mantan atlet tinju nasional juga membagikan pengalaman pribadinya saat meraih prestasi internasional yang memperoleh medali emas pada SEA Games tahun 1983 di Singapura saat berusia 17 tahun.
Pada kesempatan yang sama Ketua Pengurus Provinsi NTT Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Dr. Semuel Haning, SH., MH., menyampaikan bahwa PERTINA mengusung tema "Kembalikan Kejayaan Pertina".
Menurutnya PERTINA mengusung tema tersebut sebab ia menilai saat ini olahraga tinju baik ditingkat nasional maupun internasional sedang ada dalam masa transisi dengan berbagai tantangan sehingga Tinju di NTT harus hidup kembali dan jaya kembali sebab mempunyai sejarah dan prestasi gemilang dalam olahraga tinju.
NTT mencetak sejarah atlet berprestasi dalam olahraga tinju bukti nyata adalah Wakil Gubernur Dr. Jhony Asadoma yang berprestasi ditingkat nasional maupun internasional. Ada juga Mensen Balo, Asnat Bayo dan kawan-kawan yang menjadi teladan generasi muda untuk mencetak prestasi.
Dr. Semuel Haning berharap lewat pelaksanaan Turnamen Rektor UPG Cup III menjadi ajang pembinaan prestasi dan melahirkan kembali atlet-atlet tangguh dan mencetak sejarah serta prestasi yang setara dengan para legendaris tinju.(*).


