Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Lepas Mahasiswa Kukerta UPG 1945 NTT, Gubernur Melki Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di NTT

Jumat | 29.5.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-29T13:53:21Z
banner 325x300

 

Liputan-NTT.Com - Kupang,- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kualitas pendidikan di NTT masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dibenahi bersama. 


Hal itu disampaikan dalam momen Pelantikan Ibunda Guru PGRI Provinsi NTT dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT di Aula El Tari Kupang pada Jumat, 29 Mei 2026.


Pada momen itu Gubernur menjelaskan bahwa tes kemampuan akademik anak-anak NTT masih bercokol di tiga terbawah dan masih bertahan di urutan 36 dari 38 provinsi se-Indonesia, tapi minat baca anak-anak NTT masih tertinggi secara nasional. Ia menilai ada yang salah dalam proses pendidikan di NTT.


Menurutnya kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendidikan di NTT.


“Ini tantangan kita bersama. Tahun depan kita mesti naik kelas. Karena itu harus ada cara-cara baru yang kita pikirkan untuk perbaikan kualitas pendidikan kita kedepan,” ujarnya.


Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi NTT telah meluncurkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat sebagai salah satu langkah membangun kembali budaya belajar di rumah dan lingkungan masyarakat.


Melalui kebijakan tersebut, masyarakat didorong menciptakan suasana belajar pada pukul 18.00 hingga 19.30 WITA di rumah-rumah keluarga.


“Kita ingin ada waktu tenang untuk membaca, berhitung, belajar kelompok, atau diskusi keluarga. Minimal kita mulai membangun kebiasaan belajar lagi,” katanya.


Menurut Melki, besarnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah daerah belum otomatis menghasilkan kualitas pendidikan yang baik apabila tidak dibarengi peningkatan kualitas guru dan penguatan budaya belajar masyarakat.


Ia menjelaskan, dari total APBD NTT sekitar Rp5,5 triliun, hampir Rp2,4 triliun dialokasikan untuk sektor pendidikan atau sekitar 45 persen dari total belanja daerah.


“Anggaran pendidikan kita besar, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Karena itu fokus berikutnya bukan hanya anggaran, tetapi bagaimana kualitas guru dan budaya belajar masyarakat bisa diperkuat,” ujarnya.


Gubernur Melki juga menegaskan bahwa guru tetap menjadi faktor utama dalam peningkatan mutu pendidikan.


“Guru tetap menjadi faktor kunci. Kalau kapasitas guru baik dan ilmu bisa ditransfer dengan baik ke siswa, maka kualitas pendidikan akan ikut meningkat,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Melki juga memberikan perhatian pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan pengabdian sosial generasi muda.


“Kuliah kerja nyata itu salah satu pengalaman paling penting saat kuliah. Pergi dengan persiapan yang baik, bekerja baik di masyarakat, dan pulang meninggalkan kesan yang baik,” ujarnya kepada para mahasiswa peserta Kukerta.


Mindriyati Astiningsih Laka Lena selaku Ibunda Guru Provinsi NTT yang baru saja di lantik menegaskan bahwa posisi Ibunda Guru tidak boleh berhenti sebagai simbol seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerah.


“Ini bukan hanya tanggung jawab seorang Ibunda Guru. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kita harus menciptakan ekosistem yang mendukung kualitas pendidikan dan kualitas guru,” katanya.


Ia mengungkapkan capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dan SMP yang menempatkan NTT di posisi 36 dari 38 provinsi menjadi cambuk bersama untuk menghadirkan inovasi pendidikan yang lebih baik.


“Kita tidak boleh berhenti pada keprihatinan. Justru ini harus menjadi pemicu untuk menghadirkan kreativitas dan inovasi dalam pendidikan,” ujarnya.


Asti Laka Lena juga menyampaikan rencana pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Ibunda Guru guna memperkuat koordinasi program peningkatan kapasitas guru, penguatan literasi, serta kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pendidikan di NTT.


Menurutnya, tantangan pendidikan tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


“Kita harus memastikan guru semakin kompeten, profesional, sejahtera, dan mendapatkan apresiasi yang layak agar mampu menjalankan tugasnya secara maksimal,” katanya.


Pada kesempatan yang sama Ketua PGRI NTT Dr. Semuel Haning, SH.,MH menyampaikan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi guru, dan dunia pendidikan menjadi faktor penting untuk memperbaiki kualitas pendidikan di NTT.


“Kita harus mencari penyebab kenapa kualitas pendidikan kita stagnan. Tapi saya optimistis, kalau pemerintah, PGRI, dan guru bergerak bersama, kondisi ini bisa berubah,” katanya.


Ia berharap momentum pengukuhan Ibunda Guru dan pelepasan mahasiswa Kukerta menjadi awal penguatan kolaborasi dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT.


Pada momen tersebut Gubernur Melki Laka Lena secara resmi melepas 470 mahasiswa UPG 1945 NTT yang akan melaksanakan Kukerta periode Juni–Juli 2026 di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PGRI NTT Dr. Semuel Haning, SH.,MH, Bupati Kabupaten Kupang Yosef Lede, SH, Rektor UPG 1945 NTT Ully Riwu Kaho,SP.,M.Si dan civitas akademika UPG 1945 NTT, serta Insan Pers. (*)


×
Berita Terbaru Update