Notification

×

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Iklan

resellerwhm.com - Hosting Unlimited Murah

Tag Terpopuler

Pendidikan Berbasis Kebudayaan

Selasa | 6.1.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-06T11:47:39Z
banner 325x300

 

Oleh: Sabri Hidayatullah


Liputan-NTT.Com - Alor,- Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan oleh masyarakat agar dapat bersosialisasi dan beradaptasi pada budaya yang dianut oleh suatu masyarakat. Dinamika menambahkan kebutuhan daerah sebagai sebuah format pembelajaran, sudah semestinya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah Republik Indonesia. Tidak hanya bersifat administratif (ditambahkan dalam kurikulum), melainkan ditunjang dengan sarana prasarana khusus. Dengan kata lain, format pembelajaran berbasis kebudayaan daerah memiliki posisi sangat penting dalam pendidikan modern.


Pendidikan berbasis kebudayaan daerah merupakan keunggulan gagasan rasionalitas kolektif dan ciri khas dari bangsa ini. Kebudayaan daerah berbasis pendidikan harus dipertahankan dan dilestarikan sejak jenjang pendidikan di masa kanak-kanak hingga universitas. Di era globalisasi dan modernisasi ini, kebudayaan daerah masih dan akan terus memiliki kontribusi penting dalam pengembangan dan aktualisasi moral masyarakat modern Indonesia, kebudayaan daerah sejatinya tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia.


Pendidikan berbasis kebudayaan daerah bukanlah sebuah sistem yang lahir dan tumbuh secara personal, melainkan tumbuh atas dan berkembang atas dasar kesadaran kolektif founding father kita melalui proses-proses biologis, sosiologis, antropologis, dan politis dalam masyarakat. Dimana didalamnya terdapat komponen-komponen tindakan para “founding fathers” kita dalam melestarikannya. Untuk itu peran dan perhatian pemerintah Republik Indonesia terhadap pendidikan berbasis kebudayaan daerah sangat diperlukan untuk menunjang kelestarian dan keberlangsungan kebudayaan daerah di dunia pendidikan. 


Bagi saya, pendidikan berbasis kebudayaan daerah merupakan sebuah upaya sadar dalam melawan sistem pendidikan berbasis kapitalisme. Tentu saja tidak dapat disangkal, bahwa kiblat pendidikan modern hari ini telah berbasis kapitalistik. Mengapa demikian? Karena seiring dengan berkembangnya globalisasi dan modernisasi mengakibatkan masyarakat Indonesia sejak dini sulit menerima kebudayaan daerah sebagai sesuatu yang mewah dan megah, sehingga kebudayaan daerah dianggap sebagai sesuatu yang kolot dan tidak diperlukan lagi di era modern. Padahal, pendidikan berbasis kapitalisme hari ini berorientasi pada pasar. Pendidikan dijadikan ajang akumulasi modal, dan menjadi ajang bisnis elite-elite pendidikan. Maka tidak mengherankan jika begitu banyak lembaga pendidikan yang tidak bermoral karen berorientasi pasar (market oriented).


Pada titik inilah, lembaga pendidikan telah kehilangan tuh dan mengalami degradasi serta disorientasi paradigmatik, di mana pendidikan seharusnya berperan sebagai Medan transformasi sosial bukan sebagai alat reproduksi sosial berbasis kapitalisme.


Namun, perlu kita syukuri dan perjuangkan, bahwa di beberapa daerah di Indonesia masih terpacu untuk mempertahankan pendidikan berbasis kebudayaan daerah. Hal ini menurut hemat saya, merupakan sebuah bentuk perlawanan terhadap pendidikan berbasis pasar (kapitalisme). 


Pada dasarnya pendidikan berbasis kapitalisme mengandung banyak penyakit sosial (patologi) seperti materialisme, konsumerisme, hipokrit, kriminalitas, pelecehan seksual, permisif, hedonisme dan lain-lain. 


Problem-problem tersebut terjadi dalam dunia pendidikan modern karena "keterbukaan" informasi begitu pesat tanpa ada saringan atau filter yang membatasi menjadikan pendidikan kehilangan ruh biologis sebagai sesuatu yang mencerdaskan kehidupan bangsa. (*)


 


×
Berita Terbaru Update